Back
KLAUSSA JOURNAL

Cara Mengurus Sertifikat Standar untuk Usaha Risiko Menengah: Panduan Lengkap OSS RBA

By sluracc
January 19, 2026
#OSS RBA#Sertifikat Standar#Perizinan Berusaha#PP 5 2021#Risiko Menengah#Hukum Bisnis#NIB

Sejak berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja, sistem perizinan berusaha di Indonesia mengalami transformasi fundamental dari yang sebelumnya berbasis izin (License-based) menjadi berbasis risiko (Risk-Based Approach/RBA). Bagi pelaku usaha yang masuk dalam kategori risiko menengah, instrumen legalitas utama yang wajib dimiliki selain Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah Sertifikat Standar. Namun, banyak pelaku usaha masih bingung mengenai perbedaan prosedur antara risiko menengah rendah dan menengah tinggi.

Artikel ini akan membedah secara mendalam langkah-langkah teknis, persyaratan hukum, hingga strategi agar Sertifikat Standar Anda segera terverifikasi tanpa hambatan birokrasi yang berarti.

Dasar Hukum Sertifikat Standar

Sebelum melangkah ke teknis aplikasi, Anda harus memahami landasan hukum yang mengatur kewajiban ini agar memiliki argumen legal yang kuat jika terjadi kendala di lapangan. Regulasi utama yang mengatur hal ini adalah:

  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

  • Peraturan BKPM Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Klasifikasi Risiko Menengah: Rendah vs Tinggi

Dalam sistem OSS RBA, kategori 'Menengah' dibagi menjadi dua sub-kategori yang memiliki implikasi hukum berbeda terhadap Sertifikat Standar:

1. Risiko Menengah Rendah (MR)

Untuk kategori ini, perizinan berusaha yang dibutuhkan adalah NIB dan Sertifikat Standar. Keunggulannya, Sertifikat Standar untuk MR bersifat 'Self-Declaration'. Artinya, pernyataan pelaku usaha untuk memenuhi standar usaha dilakukan melalui sistem OSS tanpa memerlukan verifikasi fisik atau dokumen mendalam dari kementerian/lembaga terkait di awal. Begitu NIB terbit, Sertifikat Standar juga otomatis terbit dengan status 'Telah Terpenuhi'.

2. Risiko Menengah Tinggi (MT)

Untuk kategori MT, perizinan berusaha adalah NIB dan Sertifikat Standar yang harus 'Terverifikasi'. Setelah Anda mengisi data di OSS, Sertifikat Standar akan terbit dengan status 'Belum Terverifikasi'. Anda tidak diperbolehkan melakukan kegiatan operasional/komersial sebelum instansi pemerintah terkait (Pemerintah Pusat atau Daerah sesuai kewenangan) melakukan verifikasi atas pemenuhan standar kegiatan usaha Anda.

Persiapan Sebelum Mendaftar

Jangan terburu-buru membuka laman OSS. Pastikan dokumen dan data berikut sudah siap di tangan Anda:

  • Akses Akun OSS: Username dan Password (pastikan sudah migrasi jika sebelumnya menggunakan OSS 1.1).

  • Kode KBLI 2020: Pastikan kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang Anda pilih sesuai dengan kegiatan usaha nyata. Kesalahan kode bisa menyebabkan penolakan verifikasi.

  • Lokasi Usaha: Koordinat lokasi dan konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) atau yang dulu dikenal sebagai Izin Lokasi.

  • Rencana Nilai Investasi: Untuk menentukan apakah usaha Anda masuk skala Mikro, Kecil, Menengah, atau Besar.

Panduan Langkah demi Langkah Mengurus Sertifikat Standar

Langkah 1: Login dan Masuk ke Menu Perizinan Berusaha

Buka laman oss.go.id, klik 'Masuk', dan masukkan kredensial Anda. Setelah masuk ke dashboard, pilih menu 'Perizinan Berusaha' kemudian klik 'Permohonan Baru'.

Langkah 2: Melengkapi Data Profil dan Lokasi

Isi data detail bidang usaha. Di sini sistem akan otomatis membaca tingkat risiko berdasarkan KBLI yang Anda masukkan. Jika sistem mendeteksi risiko 'Menengah Rendah' atau 'Menengah Tinggi', maka opsi Sertifikat Standar akan muncul secara otomatis.

Langkah 3: Menyetujui Pernyataan Mandiri (Self-Declaration)

Anda akan diminta mencentang berbagai pernyataan mandiri terkait keamanan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (K3L). Untuk Risiko Menengah Rendah, tahap ini adalah tahap akhir pemenuhan komitmen. Pastikan Anda benar-benar sanggup memenuhi standar yang dicentang, karena akan ada pengawasan (inspeksi) di kemudian hari.

Langkah 4: Proses Verifikasi (Khusus Risiko Menengah Tinggi)

Jika usaha Anda adalah Menengah Tinggi, setelah NIB terbit, status Sertifikat Standar Anda adalah 'Belum Terverifikasi'. Anda harus mengklik tombol 'Pemenuhan Persyaratan' pada dashboard OSS. Unggah dokumen pendukung yang diminta (misalnya: dokumen UKL-UPL, sertifikasi teknis tertentu, atau standar operasional prosedur). Pemerintah memiliki jangka waktu tertentu untuk melakukan verifikasi. Jika disetujui, status akan berubah menjadi 'Terverifikasi'.

Studi Kasus: Perbedaan Implementasi

Mari kita lihat contoh nyata untuk mempermudah pemahaman:

  • Kasus A (Menengah Rendah): Sebuah kedai kopi (Coffee Shop) dengan modal usaha di bawah 5 Miliar. Berdasarkan KBLI 56101 (Restoran), risiko yang ditetapkan biasanya menengah rendah. Pemilik cukup mendaftar di OSS, menyetujui pernyataan standar sanitasi dan lingkungan, dan Sertifikat Standar langsung terbit. Kedai bisa langsung buka.

  • Kasus B (Menengah Tinggi): Sebuah pabrik perakitan komponen elektronik skala kecil. KBLI ini sering dikategorikan Menengah Tinggi karena dampak limbahnya. Meskipun NIB sudah di tangan, pabrik belum boleh beroperasi penuh sebelum Dinas Perindustrian/Lingkungan Hidup melakukan verifikasi terhadap dokumen lingkungan dan standar teknis pabrik tersebut di sistem OSS.

Tips Menghindari Kendala Teknis di OSS

Seringkali pelaku usaha mengalami status 'Gantung' atau permohonan ditolak. Berikut adalah tips dari para ahli hukum kami:

  1. Sinkronisasi Data AHU: Pastikan data di akta notaris Anda sudah sinkron dengan sistem AHU Online Kemenkumham. OSS menarik data dari sana secara real-time.

  2. Validitas NPWP: Pastikan NPWP perusahaan atau pribadi sudah berstatus 'Valid' pada sistem KSWP (Konfirmasi Status Wajib Pajak).

  3. Ketelitian Dokumen Unggahan: Gunakan file PDF dengan ukuran yang tidak melebihi batas (biasanya 5MB) dan pastikan dokumen tidak buram/blur saat di-scan.

Kesimpulan

Mengurus Sertifikat Standar untuk usaha risiko menengah sebenarnya sangat sistematis jika Anda memahami klasifikasinya sejak awal. Perbedaan utama terletak pada kebutuhan verifikasi: Menengah Rendah cukup dengan pernyataan mandiri, sementara Menengah Tinggi memerlukan validasi dari otoritas terkait. Memastikan kepatuhan terhadap standar ini bukan hanya soal legalitas, tetapi juga tentang menjamin keberlangsungan bisnis Anda dari risiko sanksi administratif atau penutupan usaha di masa depan.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam menentukan KBLI atau menghadapi hambatan dalam proses verifikasi di OSS RBA, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan hukum profesional untuk memastikan setiap langkah Anda sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

A version of this article appears in the Klaussa Digital Edition. Klaussa is committed to providing accurate legal insights. Portions of this content may have been assisted by AI.